Kau Aku Kita

Teman
Seingatku, Kau dan Aku saling bertemu ketika ku masih belajar membaca
Kecil sekali Kita kala itu
Bermain, belajar, dan tertawa ria bersama dalam kepolosan tubuh anak anak
Kemudian kita bertumbuh, menjadi lebih besar menjadi lebih kuat
Begitupun persahabatan kita.

Waktu pun berjalan dan masa remaja itu tiba
Dia datang dan merengut dunia kecil kita dengan kisah romansa yang amat semu
Meninggalkan riak-riak yang tak pasti
Perlahan riak itu membelah mengular dan menjadi besar
Membuatku berjalan disisi ini dan Kau disisi sana
Begitulah adanya, 
Kau dan Aku pada akhirnya

Namun, kisah ini masih belum selesai teman
Sebagaimana Kau dan Aku masih belum selesai berjalan
Pada dua sisi yang entah dimana bermuara





                                                                                Pinang Ranti , 28 Juli 2015